Jumat, 18 Mei 2012

Tata Cara Mandi Wajib

postingan dari ; http://ad-dai.blogspot.com
Mandi junub adalah mandi wajib untuk membersihkan diri dari hadats besar dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh. Jika tidak mandi junub sementara kita dalam keadaan junub, maka sholat kita tidak sah.
Sebab mandi junub :
1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut  :
Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. (HR. Muslim)
Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan Ma’nanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani”.
2. Berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi sallallahu alaihi waalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah duduk diantara empat bagian tubuh permpuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari)
3.  Berhentinya haid dan nifas.
4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insyaallah dalam topik pembahasan “cara memandikan jenazah”).

A. Rukun Mandi Janabah

Untuk melakukan mandi janabah, maka ada dua hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun/pokok:
1.   Niat dan menghilangkan najis dari badan bila ada.
  Sabda Nabi SAW, Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya. (HR   
  Bukhari dan Muslim)
2.   Meratakan air ke seluruh tubuh (termasuk rambut).
“Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “Barangsiapa yang meningggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadadanya demikian dan demikian dari api neraka”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini )

B. Tata Cara Mandi Janabah
Pertama kedua tangan dicuci, kemudian mandi pertama kepala, kemudian terus dari bagian sebelah kanan, kemudian kiri, terakhir cuci kaki.
Adapun urutan-urutan tata cara mandi junub, adalah sebagai berikut:
1.    Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya  
       sebelum dimasukan ke wajan tempat air.
2.    Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.
3.    Mencuci kemaluan dan dubur.
4.    Najis-najis dibersihkan.
5.    Berwudhu sebagaimana untuk sholat, dan menurut jumhur
      disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki.
6.    Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela
       rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah.
7.    Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.
8.    Membersihkan seluruh anggota badan.
9.    Mencuci kaki.
Dalilnya :
Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan : Aku dekatkan kepada Rasulullah SAW air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudlu’ dengan cara wudlu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya.”. (HR. Muslim )
C. Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan dalam Mandi Janabah.
1.    Membaca basmalah.
2.    Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air.
3.    Berwudhu' sebelum mandi. Aisyah RA berkata, "Ketika mandi
       janabah, Nabi SAW berwudlu seperti wudhu' orang shalat." 
       (HR Bukhari dan Muslim)
4.    Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk
       membersihkan seluruh anggota badan.
5.    Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam
       berwudhu'.

D. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Mandi Junub.

a.  Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam 
   berwudhu`. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan oleh hadits dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah SAW menyenangi untuk mendahulukan tangan kanannya dalam segala urusannya; memakai sandal, menyisir dan bersuci." (HR Bukhori/5854 dan Muslim/268)

  b.    Tidak perlu berwudhu lagi setelah mandi. Sebagaimana dijelaskan
        dalam sebuah hadits dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW mandi
        kemudian sholat dua rakaat dan sholat shubuh, dan saya tidak melihat
        beliau berwudhu setelah mandi (HR Abu Daud, at-Tirmidzy dan 
        Ibnu Majah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 18 Mei 2012

Tata Cara Mandi Wajib

postingan dari ; http://ad-dai.blogspot.com
Mandi junub adalah mandi wajib untuk membersihkan diri dari hadats besar dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh. Jika tidak mandi junub sementara kita dalam keadaan junub, maka sholat kita tidak sah.
Sebab mandi junub :
1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut  :
Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. (HR. Muslim)
Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan Ma’nanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani”.
2. Berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi sallallahu alaihi waalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah duduk diantara empat bagian tubuh permpuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari)
3.  Berhentinya haid dan nifas.
4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insyaallah dalam topik pembahasan “cara memandikan jenazah”).

A. Rukun Mandi Janabah

Untuk melakukan mandi janabah, maka ada dua hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun/pokok:
1.   Niat dan menghilangkan najis dari badan bila ada.
  Sabda Nabi SAW, Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya. (HR   
  Bukhari dan Muslim)
2.   Meratakan air ke seluruh tubuh (termasuk rambut).
“Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “Barangsiapa yang meningggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadadanya demikian dan demikian dari api neraka”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini )

B. Tata Cara Mandi Janabah
Pertama kedua tangan dicuci, kemudian mandi pertama kepala, kemudian terus dari bagian sebelah kanan, kemudian kiri, terakhir cuci kaki.
Adapun urutan-urutan tata cara mandi junub, adalah sebagai berikut:
1.    Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya  
       sebelum dimasukan ke wajan tempat air.
2.    Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.
3.    Mencuci kemaluan dan dubur.
4.    Najis-najis dibersihkan.
5.    Berwudhu sebagaimana untuk sholat, dan menurut jumhur
      disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki.
6.    Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela
       rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah.
7.    Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.
8.    Membersihkan seluruh anggota badan.
9.    Mencuci kaki.
Dalilnya :
Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan : Aku dekatkan kepada Rasulullah SAW air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudlu’ dengan cara wudlu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya.”. (HR. Muslim )
C. Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan dalam Mandi Janabah.
1.    Membaca basmalah.
2.    Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air.
3.    Berwudhu' sebelum mandi. Aisyah RA berkata, "Ketika mandi
       janabah, Nabi SAW berwudlu seperti wudhu' orang shalat." 
       (HR Bukhari dan Muslim)
4.    Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk
       membersihkan seluruh anggota badan.
5.    Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam
       berwudhu'.

D. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Mandi Junub.

a.  Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam 
   berwudhu`. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan oleh hadits dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah SAW menyenangi untuk mendahulukan tangan kanannya dalam segala urusannya; memakai sandal, menyisir dan bersuci." (HR Bukhori/5854 dan Muslim/268)

  b.    Tidak perlu berwudhu lagi setelah mandi. Sebagaimana dijelaskan
        dalam sebuah hadits dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW mandi
        kemudian sholat dua rakaat dan sholat shubuh, dan saya tidak melihat
        beliau berwudhu setelah mandi (HR Abu Daud, at-Tirmidzy dan 
        Ibnu Majah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

more than radiologhy^^ Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal